Iwan Ridwan mengatakan penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas usaha yang telah dilakukan sekolahnya. Khususnya dalam upaya melaksanakan perlindungan, dan pengelolaan lingkungan selama dalam proses pembelajaran.
”Ada empat komponen yang harus dilaksanakan sekolah agar mendapatkan predikat sebagai sekolah adiwiyata. Yaitu kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Ini sejalan dengan visi SMPN 2 Kersamanah, yakni berprestasi, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan taqwa,” katanya.
Iwan Ridwan,S.Pd, mengungkapkan, perolehan predikat Sekolah Adiwiyata
ini tidak lepas dari peran semua warga sekolah. Pihaknya menggerakkan
seluruh guru, staf kepegawaian, dan siswa untuk bekerjasama dengan
kompak menjaga lingkungan sekolah. Mulai dari dalam kelas, ruangan,
halaman, dan lingkungan sekitar sekolah.“Kami memang sangat memperhatikan kebersihan lingkungan sekaligus menjaga kesehatan sesama. Dengan adanya kebiasaan suasana bersih dan sehat, tentu proses belajar mengajar terasa lebih menyenangkan” tandasnya.
Sebelumnya, SMPN 2 Kersamanah sudah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten pada 2016 dan Tingkat Provinsi pada 2017. Usai mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, SMPN 2 Kersamanah mempersiapkan diri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.
“Kami meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat provinsi menuju Adiwiyata Nasional. Semoga penghargaan ini dapat memicu warga sekolah dan sekolah lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Perubahan kecil yang dilakukan untuk lingkungan sekitar akan berdampak Kelestariannya” pungkasnya.
Selain SMPN 2 Kersamanah, ada Dua sekolah lainnya yang mewakili Kabupaten Garut, yang menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi dan melaju ke sekolah Adiwiyata Nasional. Yakni SMPN 1 Malangbong, dan SMPN 2 Cikajang
