Betapa mulia dan terhormatnya seorang guru sampai - sampai orang tua kita ditempatkan diurutan ke Dua setelah Guru. Peribahasa Jawa mengatakan Guru Ratu Wongatua Karoyang artinya Guru itu nomor Satu sedangkan Orang Tua berada di urutan ke Dua.
Tapi Peribahasa tersebut kini artinya sudah banyak di pelesetkan menjadi "Guru Nyatu Orang Tua Kokoro" yang berarti guru kehidupannya maju tapi orang tua murid menjadi repot karena banyaknya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Untuk sekolah tingkat SD dan SLTP biaya SPP sudah di gratiskan tapi banyak sekolah yang merasa tidak rela kalau anak orang lain bisa mengenyam pendidikan secara gratis.
Maka diciptakanlah berbagai dalih agar masyarakat percaya dengan nama pungutan tersebut, untuk IT lah, untuk sekolah sehat lah dan lain - lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan urusan pendidikan anak, sebab setiap orang tua menyekolahkan anaknya hanya ingin pintar menulis, menghitung dan membaca serta berbudi pengerti sehingga mengerti sopan santun.
Guru jaman sekarang sudah terlalu sibuk dengan kegiatan keguruannya bukan sibuk mengajar tapi sibuk mengejar yang jadi bagian dari pengejaran adalah "SERTIFIKASI"untuk mengejar Sertifikasi persyaratan yang utama adalah pendidikan harus S1, karena ada persyaratan seperti itu maka yang terjadi Cul dogdog tinggal Igel, atau lupa tugas utama yaitu mengajar, ada yang keliru menilai guru dari S1 tapi harusnya guru yang pandai mengajarlah yang mendapatkan sertifikasi.
Dalam peringatan Hari Guru tahun ini juga saya ingin menyampaikan temuan terkait masih ada guru yang bermental bukan seperti guru, masih ada guru yang bermental konsumtif sehingga terlilit utang bahkan ada guru yang terlibat utang piutang dengan beberapa Leasing dan perusahaan rental kendaraan.
Ada yang membela karena guru juga manusia sehingga bisa saja berbuat salah, tapi kalau berkaca kepada satu Femeo bahwa guru adalah yang harus di gugu dan di tiru, berarti dalam pribadi seorang guru nyaris tidak boleh salah, guru harus menjadi teladan, guru harus menjadi panutan sehingga guru akan merasa bangga kalau muridnya kelak bisa melebihi dirinya baik pangkat maupun pendidikannya
ProgramMakan Bergizi Gratis(yang dikenal dengan singkatanMBG) merupakan programmakan siang gratisIndonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahanPrabowo Subianto. Program ini dirancang dengan tujuan untuk membangun sumber daya unggul, menurunkan angkastunting (tengkes), menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.[1] Program ini juga merupakan rancangan pemerintah Prabowo Subianto dalam mewujudkanvisi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan terciptanya generasi emas daribonus demografi, yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.[2]
Program ini mulai digulir sejak tanggal 6 Januari 2025 di 26 provinsi Indonesia dengan menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA serta ibu hamil dan menyusui. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 82,9 juta penerima.[3]
Sejarah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan permintaan hasil pertanian dan peternakan dalam negeri. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp171 triliun. Program ini difokuskan pada peningkatan gizi anak-anak dan ibu hamil, sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan hingga 2,6 persen. MBG ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional 2025-2029 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.[4][5]
Pada 12 Maret 2025, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa audit harus dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan implementasi yang tepat sasaran. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Per bulan Maret 2025, program MBG telah berjalan di 38 provinsi, menjangkau 2 juta penerima manfaat melalui 722 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah menargetkan 32.000 SPPG dapat beroperasi hingga akhir 2025.
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), pada 2025, sebanyak 30.000 SPPG diperlukan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat MBG secara merata. Dari jumlah tersebut, 1.542 SPPG akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan 28.458 lainnya akan dibangun melalui skema kemitraan.[6]
Gaya Hidup Berkelanjutan: Langkah Kecil untuk Masa Depan Bumi
Dalam beberapa dekade terakhir, isu lingkungan hidup semakin menjadi perhatian utama dunia. Perubahan iklim, polusi, dan menipisnya sumber daya alam menuntut manusia untuk lebih bijak dalam menjalani kehidupan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan mengadopsi gaya hidup berkelanjutan.
Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan?
Gaya hidup berkelanjutan adalah pola hidup yang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan manusia dengan kelestarian lingkungan. Artinya, setiap aktivitas sehari-hari dilakukan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap alam dan berusaha menjaga sumber daya agar tetap tersedia untuk generasi mendatang.
Prinsip-Prinsip Gaya Hidup Berkelanjutan
Mengurangi (Reduce)
Membatasi penggunaan barang sekali pakai, menghemat listrik, air, serta bahan bakar.
Menggunakan Kembali (Reuse)
Memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak pakai, seperti botol, kantong kain, atau perabot lama.
Daur Ulang (Recycle)
Mengolah kembali sampah agar menjadi produk baru yang bermanfaat.
Konsumsi Bijak
Membeli produk lokal, organik, dan ramah lingkungan serta mengurangi makanan yang berlebihan agar tidak terbuang.
Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Membawa botol minum dan tas belanja sendiri.
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan bersepeda atau menggunakan transportasi umum.
Memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan.
Menghemat energi dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Menanam pohon atau membuat kebun kecil di rumah untuk menyerap karbon.
Manfaat Gaya Hidup Berkelanjutan
Bagi Lingkungan: Mengurangi pencemaran, menjaga ekosistem, dan memperlambat pemanasan global.
Bagi Manusia: Menjaga kesehatan, menghemat pengeluaran, serta meningkatkan kualitas hidup.
Bagi Generasi Mendatang: Menyediakan sumber daya alam yang cukup untuk kehidupan di masa depan.
Penutup
Gaya hidup berkelanjutan bukanlah sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak agar bumi tetap layak huni. Langkah kecil yang kita lakukan hari ini, seperti mengurangi sampah plastik atau menghemat energi, akan memberikan dampak besar di masa depan. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, setiap individu dapat berkontribusi menjaga bumi agar tetap lestari.
Apakah Anda ingin saya buatkan artikel ini dalam bentuk esai panjang untuk jurnal, atau cukup artikel populer ringan yang cocok dipublikasikan di blog/majalah?
Peran Keluarga Dalam Kehidupan
Keluarga: PondPasi Kehidupan dan Sumber Kebahagiaan
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang arti kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab. Dari keluargalah seorang anak mengenal nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal ketika ia beranjak dewasa. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membangun pribadi dan masyarakat yang harmonis.
Arti Penting Keluarga
Keluarga bukan hanya sekadar ikatan darah, tetapi juga ikatan hati. Di dalamnya ada cinta, doa, dukungan, serta kehangatan yang tak tergantikan. Sebuah keluarga yang harmonis akan melahirkan individu-individu yang percaya diri, penuh empati, dan siap menghadapi tantangan hidup.
Nilai yang Ditanamkan dalam Keluarga
Kasih Sayang – Orang tua mengajarkan anak-anaknya untuk saling menyayangi, menghargai, dan peduli terhadap sesama.
Tanggung Jawab – Keluarga menjadi tempat belajar pertama tentang kewajiban, disiplin, dan kejujuran.
Kebersamaan – Melalui kebersamaan, anggota keluarga belajar bahwa kehidupan akan lebih indah jika dijalani bersama.
Doa dan Harapan – Keluarga adalah tempat di mana doa dan harapan terbaik selalu dipanjatkan satu sama lain.
Tantangan Keluarga Masa Kini
Di era modern, banyak keluarga menghadapi tantangan seperti kesibukan pekerjaan, penggunaan teknologi, hingga perbedaan cara pandang antar generasi. Namun, dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, dan waktu berkualitas bersama, tantangan tersebut bisa dihadapi tanpa mengurangi kehangatan dalam keluarga.
Membangun Keluarga Bahagia
Untuk membangun keluarga yang bahagia, diperlukan beberapa hal penting:
Menyediakan waktu khusus untuk bersama.
Membiasakan komunikasi terbuka tanpa saling menghakimi.
Saling mendukung dalam suka maupun duka.
Menjaga nilai agama dan budaya yang menjadi pedoman hidup.
Penutup
Keluarga adalah harta yang tidak ternilai. Dari keluargalah seseorang mendapatkan cinta pertama, dukungan pertama, dan pelajaran hidup yang paling berharga. Menjaga keharmonisan keluarga sama artinya dengan menjaga kebahagiaan hidup.
Apakah artikel ini ingin Anda buat dalam gaya ilmiah populer (seperti untuk jurnal/majalah), atau lebih ke narasi inspiratif (seperti renungan atau motivasi keluarga)?